4 April 2023 12:45
Menurut Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala mudahnya korban tergiur dengan praktik penggandaan uang di Banjarnegara karena kurangnya akses informasi berita dari kasus yang pernah terjadi sebelumnya yakni Wowon cs, sehingga korban mudah terpancing dengan janji manis pelaku.
"Umumnya karena tergiur, dan kemampuan dari si pelaku untuk meyakinkan dengan kata-kata manis," ujar Adrianus Meliala.
Kasus pembunuhan berencana dengan modus penggandaan uang ini, mengharuskan pelaku untuk menghilangkan nyawa korbannya. hal itu dilakukan agar lingkaran rahasia antara pelaku dan korban berikutnya tetap terjaga.
"Ini adalah satu usaha dari dia untuk terus memperpanjang bisnis nya, tidak dengan cara men-service korban, tapi malah membunuh korbannya," ucap Adrianus Meliala.
Diketahui, kasus pembunuhan berantai dengan modus penggandaan uang di Banjarnegara, menewaskan 10 orang dengan diracuni oleh pelaku menggunakan racun ikan. Pelaku meminta korban untuk meminum air yang telah diracun. Hal itu merupakan salah satu cara untuk menggandakan uang.
Sebanyak 10 korban tersebut tewas dan dikubur tidak jauh dari rumah tersangka. Mbah Slamet juga mengaku aksi keji ini telah ia lakukan sejak 2020.