NEWSTICKER

Kasus Kekerasan pada Anak Makin Merajalela?

24 July 2022 12:33

Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli 2022, namun hal ini seakan hanya menjadi seremonial saja mengingat, kasus kekerasan pada anak belakangan ini, menunjukkan tren peningkatan.

Salah satunya, di Tasikmalaya di Kecamatan Singaparna, anak berusia 11 tahun mengalami perundungan. Anak tersebut dipaksa melakukan tindak asusila pada hewan. Dari kasus tersebut, diperiksa 15 orang saksi dan empat orang adiduga pelaku. Pendampingan diberikan kepada pelaku karena usianya masih di bawah umur dan rawan untuk dibully.

Kasus lainnya terjadi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Bandar Lampung. Korban berusia 17 tahun meninggal dunia diduga mendapat kekerasan dari teman satu sel. Sejumlah bukti mulai dari rekaman CCTV dan daftar piket penjaga dibawa polisi sebagai bukti. Selain itu, makam korban juga dibongkar untuk proses autopsi dan saat ini polisi masih memeriksa 16 saksi.

Kasus ke tiga, yaitu penelantaran anak yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Dalam kasus ini, kaki seorang anak dirantai oleh orang tuanya sendiri. Kasus ini sudah dilaporkan pada 19 Juli 2022 lalu. Bila dilihat presentase dari tahun 2019 korban kekerasan anak sebesar 12.285 orang. Di tahun 2020 ada12. 425 dan tahun 2021 sebesar 15.972. 

Laporan kasus kekerasan yang naik dari tahun ke tahun, terbagi menjadi beberapa jenis sebesar 45% kekerasan seksual, 19% kekerasan psikis dan 18% kekerasan fisik serta 28% kasus kekerasan lainnya. Sementara itu, pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk melindungi anak dari kekerasan. Pertama, pemerintah mengeluarkan undang-undang khusus perlindungan & peradilan pada proses peradilan anak.

Pemerintah juga mempunyai regulasi khusus untuk melindungi anak yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021 Tentang Perlindungan Khusus bagi Anak dan yang ketiga, pemberian bansos bagi anak yang tidak mampu dan hak anak berhadapan dengan Hukum (ABH) tidak dicabut.