Komnas HAM: Gas Air Mata Picu Tragedi Kanjuruhan

13 October 2022 19:06

Dari hasil investigasi, Komnas HAM menemukan bahwa gas air mata menjadi titik awal tragedi maut Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 132 orang. Komnas HAM juga menemukan pintu stadion dibuka hanya sebagian sehingga penonton berjejalan dan sebagian sesak napas.

Gas air mata menjadi titik awal tragedi maut Stadion Kanjuruhan, usai menggelar pertandingan dengan hasil kekalahan Arema FC 2-3 kontra Persebaya Surabaya, 1 Oktober lalu. Komnas HAM menyebut Aremania yang merangsek ke lapangan awalnya bertujuan memberi semangat ke para pemain.

Namun, situasi berubah saat polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah tribun penonton bagian selatan. Sejumlah penonton pun melawan dan sebagian besar berhamburan hendak keluar dari stadion.

Temuan Komnas HAM soal pintu juga berbeda dengan informasi yang beredar sebelumnya bahwa pintu-pintu di Stadion Kanjuruhan dalam kondisi tertutup saat kerusuhan terjadi. Dalam temuan awal investigasi, Komnas HAM membeberkan adanya pintu yang terbuka saat kejadian termasuk pintu 13 titik penemuan korban terbanyak.  

Namun, dari total 4 daun pintu hanya 2 daun pintu selebar 1,5 meter yang terbuka.  Itu dinilai terlalu sempit untuk dilalui banyak orang bersamaan. Akibatnya, sekitar 42 ribu penonton bejejalan dan sebagian sesak napas.

Komnas HAM pun menilai PSSI memiliki tanggung jawab penuh atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang dan melukai 607 lainnya.

(Yoga Adhitama)


Close Ads X
Close Ads X