Wapres Maruf: Indonesia Butuh Tata Kelola Fintech yang Melindungi Masyakarat

14 December 2021 17:38

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai delapan kali lipat dari saat ini. Pada saat itulah dukungan lembaga fintech yang mampu memberi kepastian dan keamanan sangat vital bagi lancarnya kegiatan ekonomi masyarakat. 

"Indonesia harus segera membangun tata kelola fintech yang mengikuti perkembangan teknologi, menjamin kepastian dan perlindungan hukum, termasuk keamanan cyber," kata Wapres Ma'ruf Amin dalam pembukaan Fintech Summit ke-3 di Bali, Selasa (14/12/2021). 

Meski index inklusinya cukup tinggi, saat ini index literasi keuangan digital warga Indonesia masih rendah dibanding Malaysia dan Thailand. Data milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 menunjukan indeks literasi keuangan digital masih berkisar 30% sedangkan indeks inklusi sudah lebih dari 76%.  

"Indeks inklusi yang tinggi tapi literasinya rendah menunjukkan besarnya potensi risiko. Sebab meski mempunyai akses keuangan, tapi sebenarnya mereka tidak paham fungsi dan risikonya," jelas Menko Maritim dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Joshua Londah)