Bedah Editorial MI: Menteri Ayo Fokus Kerja

7 April 2022 12:47

Ada dua hal menarik dan patut dicermati saat Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, kemarin. 

Pertama, dia menegaskan kepada para menterinya untuk tidak lagi membahas hal-hal terkait penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden. Selain itu, ia juga menyentil dua pembantunya, terutama Menteri Perdagangan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, terkait kenaikan harga minyak goreng dan BBM, khususnya pertamax. 

Wajar jika kiranya Presiden Jokowi marah-marah kepada para pembantunya ini, terutama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Mereka dinilai tidak bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang situasi terkini komoditas pangan dan energi, baik di lingkup nasional maupun global. Padahal, menurut Jokowi, langkah tersebut sangat krusial di tengah lonjakan harga berbagai komoditas strategis saat ini, yang kemudian berimplikasi langsung terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Lucunya, selain ada menteri yang bersikap pasif, di sisi lain ada pejabat publik lain yang justru kelewat aktif. Bahkan, mereka ikut-ikutan mengapungkan wacana penundaan pemilu yang justru bukan bagian dari tugas dan wewenang utamanya. Ketimbang mengurusi hal tersebut, lebih baik mereka mengerjakan tugas-tugas yang jauh lebih penting, seperti mengendalikan ketersediaan dan harga komoditas yang mengalami lonjakan dan rentan menimbulkan gejolak di masyarakat. Fokus saja bekerja sesuai bidang masing-masing, jangan semua hal mau diurus. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Leah Alexis Laloan)