29 April 2020 09:51
Saat ini Inggris tengah berada pada tahap risiko tertinggi pandemi Covid-19. PM Inggris Boris Johnson yang baru kembali bekerja sejak hari Senin waktu setempat usai pulih dari Covid-19 mengatakan, mereka belum berencana melonggarkan kebijakan penutupan wilayah. Seiring meningkatnya jumlah kasus positif dan kematian, semakin banyak kritik dari berbagai kalangan di Inggris terhadap respons pemerintah terhadap pandemi yang dianggap kurang efektif. Jumlah rata-rata deteksi virus harian Inggris masih tertinggal di belakang Jerman dan negara-negara lain, angka kematian tetap tinggi, dan kurangnya peralatan pelindung untuk tenaga medis mendapat kritik dari kalangan luas. Menurut laporan media Inggris, PDB Inggris berpotensi menyusut 13,1% pada kuartal ini, dan akan menjadi penurunan triwulanan terbesar sejak PD II.