4 April 2022 08:24
Perbedaan awal puasa mestinya dipandang sebagai rahmat dan tidak mengurangi sedikit pun arti kebersamaan. Ramadan menjadi momentum meningkatkan kesalehan ritual dan kesalehan kolektif. Saatnya bangkit bersama dari dampak pandemi covid-19.
Hanya dengan memperkuat solidaritas dan membersihkan residu selama puasa kiranya menjadi jalan untuk bisa terlahir kembali sebagai manusia baru. Menjadi orang yang berkomitmen merawat harkat dan martabat kemanusiaan, menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tidak terpuji seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kiranya Ramadan kali ini semakin menebalkan toleransi. Modal sosial untuk itu sudah ada yang terekam dalam indeks kesalehan sosial (IKS) masyarakat Indonesia yang terus membaik.