Luhur Hertanto • 8 April 2022 12:11
Pemkab Lumajang, Jawa Timur, mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi penyintas erupsi Gunung Semeru. Targetnya adalah sebelum akhir ramadan ini seluruh penyintas yang saat ini masih ditampung di tempat-tempat pengungsian sudah dapat dipindahkan seluruhnya ke huntara.
"Untuk tahap pertama ini kita prioritaskan serah terima huntara untuk 473 KK yang saat ini masih di pengungsian. Agar tidak ada yang berlebaran di pengungsian," ujar Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, kepada Metro TV, Jumat (8/4/2022).
Sejak dimulai pembangunannya pada akhir Januari lalu, saat ini ada 1653 dari 1951 unit huntara dan huntap dalam tahap penyelesaian akhir. Sebanyak 300 dari 1653 unit tersebut telah mendapatkan aliran listrik. Sedangkan untuk instalasi air bersih yang nantinya dikelola oleh BUMDes, masih dalam tahap pembangunan.
Setiap bangunan huntap didirikan di depan huntara untuk masing-masing KK. Luas setiap huntap adalah 140 meter persegi yang terdiri dari 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Seluruhnya berdiri di atas lahan hutan yang statusnya di bawah pengelolaan khusus Pemkab Lumajang dalam penanggulangan dampak bencana.
"Untuk ke depannya kita usahakan untuk diproses sebagai hak milik," jawab Thoriqul Haq ditanya tentang status kepemilikan huntap dan huntara itu kelak.