Pertumbuhan Produksi Minyak Nabati Dunia Diprediksi Melambat

27 March 2023 08:26

Direktur Eksekutif Oil World Thomas Mielke memperkirakan pertumbuhan produksi minyak nabati dunia akan melambat pada 2023. Hal itu dipicu tingginya permintaan biofuel, sehingga berpotensi mendorong pasar global ke dalam defisit pada paruh kedua tahun ini. 

Mielke mengingatkan, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Brasil, dan Indonesia membatasi pertumbuhan konsumsi bahan bakar Biodiesel, solar terbarukan, dan biojet. Menurut Mielke, AS menggunakan campuran bahan baku seperti minyak kedelai, minyak lobak, minyak goreng bekas, dan lemak hewani, Eropa memproduksi dari limbah, residu dan minyak rapeseed, Indonesia terutama menggunakan minyak sawit untuk memproduksi biodiesel, sedangkan Brasil mengandalkan minyak kedelai. 

Sementara itu, ketua konsultan komoditas LMC International, James Fry mengatakan, seiring dengan semakin banyaknya penggunaan minyak rapeseed dan nabati dalam pembuatan biofuel, beberapa permintaan akan meluas ke minyak sawit. Namun, pasar minyak sawit mungkin tidak dapat mengimbangi, karena usia pohon sawit menua sehingga tidak produktif, proses penanaman kembali yang lambat, cuaca yang tidak menentu dan pembatasan deforestasi yang membatasi perluasan cadangan lahan. 

Ancaman gangguan pasokan, terutama akibat perubahan iklim, akan mendorong kenaikan harga komoditas pertanian dan memperlambat upaya dunia untuk mengubah makanan menjadi bahan bakar. Badan Energi Internasional telah memperingatkan bahwa jika lonjakan permintaan biofuel dan menjulangnya krisis bahan baku tidak diatasi, maka akan melemahkan potensi biofuel untuk berkontribusi pada upaya dekarbonisasi global.

(Rulif Augheri Nail)