Kompolnas: Reaksi Petugas Ada yang Berlebih dalam Menangani Suporter di Tragedi Kanjuruhan

13 October 2022 09:40

Kompolnas ikut menginvestigasi penyebab banyaknya korban di tragedi Kanjuruhan. Dalam temuan Kompolnas di Tragedi Kanjuruhan adalah terdapat reaksi berlebihan dari petugas keamanan ketika menangani suporter, sehingga menimbulkan korban jiwa. 

"Memang ada reaksi petugas keamanan yang berlebihan dalam penanganan suporter. Terdapat SOP mengenai cara-cara pengendalian masa, dan ini telah dilanggar," ungkap anggota Kompolnas Albertus Wahyurudanto di program Selamat Pagi Indonesia, Kamis (13/10/2022).

Albertus juga mengungkapkan bahwa di Renpam disebutkan, penanganan suporter dalam skenario terburuk yaitu Brimob membuat pager betis melingkar di ring satu untuk mencegah suporter turun ke lapangan. Namun, hal ini tidak dilakukan.

"Disebutkan di Renpam apabila terjadi skenario terburuk langkah pertama adalah pergerakan Brimob yang melihat situasi dan akan dibuat pager betis melingkar di ring satu untuk mencegah suporter agar tidak turun ke lapangan. Tapi, hal ini tidak dilakukan," sambung Albertus Wahyurudanto.

Selain itu, temuan dari Komnas HAM berupa video arah tembakan gas air mata di Kanjuruhan akan disampaikan di laporan terakhir. 

"Akan kami sampaikan dilaporan akhir. Namun, gambarannya adalah video itu merekam bagaimana arah tembakan gas air mata itu sampai peristiwa kematiannya. Cukup detail, cukup lengkap," ungkap Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Kamis (13/10/2022).

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X