NEWSTICKER

Tarif Ojek Online Naik Menyusul BBM, Driver Harap-harap cemas

11 September 2022 17:17

Kenaikan tarif ojek online disambut baik para pengemudi karena akan meningkatkan potensi pendapatan mereka. Meski demikian para pengemudi ojek online juga mengaku merasa khawatir, kenaikan tarif bisa mengurangi jumlah pengguna.

Kebijakan kenaikan tarif ojek online ini diambil dengan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk kenaikan harga BBM baru-baru ini. Para pengemudi ojek online berharap meskipun ada kenaikan tarif, jumlah pengguna jasa ojek online tidak berkurang sehingga pendapatan mereka bisa bertambah. 

Sebelumnya, kenaikan tarif ojek online telah berlaku sejak Minggu (11/9/2022) pukul 00.00 WIB. Tarif ojek online sendiri dibagi menjadi tiga zona.

Zona I meliputi wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali.  Zona II merupakan wilayah khusus Jakarta , Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek. Sedangkan zona III meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Untuk zona I tarif batas bawah yang semula Rp1.850 naik menjadi menjadi Rp2.000 per kilometer atau 8%. Sementara tarif batas atas yang semula Rp2.300 naik menjadi Rp2.500 per kilometer atau 8,7%. 

Untuk zona II, tarif batas bawah yang semula Rp2.250 naik menjadi Rp2.550 per kilometer atau 13%. Sementara tarif batas atas yang semula Rp2.650 naik menjadi Rp2.800 per kilometer atau 8%. 

Untuk zona III, tarif batas bawah yang semula Rp2.100 naik menjadi Rp2.300 per kilometer atau 9%. Tarif batas atas yang semula Rp2.600 naik menjadi Rp2.750 per kilometer, atau 5,7%.

Sementara itu tarif tidak langsung atau biaya sewa aplikasi turun dari 20% menjadi 15%.