DTIIF 2026: Kedaulatan Teknologi Melalui Inovasi Berkelanjutan

20 October 2026 14:04

Transformasi digital Indonesia kini memasuki babak baru. Guna mendorong transisi dari sekadar negara konsumen teknologi menjadi negara penguasa teknologi, Danantara menginisiasi ajang berskala global bertajuk Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026.

Forum yang mempertemukan para pakar, inovator, dan investor global ini dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 28 Oktober 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta.

Managing Director Strategic Technology Initiative Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan kunci untuk mencapai tujuan Asta Cita sekaligus memperkuat kinerja Indonesia Incorporated, khususnya ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Menggunakan teknologi membuat kita lebih produktif, tapi menguasai teknologi membuat kita lebih kompetitif. Target kita adalah memperkuat kapabilitas untuk menguasai teknologi-teknologi kunci yang membantu mencapai tujuan akhir sebagai negara," jelas Ricardo, dalam dialog Metro Siang, Metro TV, dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.
 



Penerapan teknologi inovatif ini dinilai krusial untuk memaksimalkan hilirisasi dan nilai tambah sumber daya alam (SDA) Indonesia, mulai dari komoditas tambang seperti nikel hingga komoditas perkebunan seperti kelapa, yang nilai jualnya bisa melonjak puluhan hingga ratusan kali lipat jika diolah menjadi produk akhir.

Oleh karena itu, DTIIF 2026 akan berfokus pada enam sektor industri strategis yang dinilai memberikan dampak paling signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yakni: energi, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), transportasi, keuangan, serta pangan dan kesehatan.

Ajang DTIIF 2026 terbuka untuk umum dan akan dihadiri oleh lebih dari 100 tokoh kunci dari berbagai negara (Eropa, Tiongkok, hingga Amerika Serikat), termasuk peraih penghargaan Nobel, pemimpin perusahaan teknologi global, pimpinan BUMN, hingga akademisi.

Ricardo menekankan bahwa DTIIF 2026 dirancang untuk menghasilkan eksekusi yang nyata, bukan sekadar ruang wacana. "Visi tanpa eksekusi adalah halusinasi. Kami memastikan apa yang didiskusikan selama tiga hari memiliki action plan yang jelas. Ada sesi pitching, penandatanganan MoU, dan tindak lanjut nyata pasca-acara bagi BUMN yang memperlihatkan solusi mereka," tegasnya.

Melalui forum ini, Danantara berharap dapat memperlihatkan besarnya peluang investasi dan inovasi di Indonesia kepada dunia, sekaligus membangun fondasi yang kuat bagi generasi muda untuk terus mengawaki kemajuan teknologi dan industri nasional.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X