FOREK Hulu Migas 2026 Dorong Investasi dan Ketahanan Pangan

29 October 2026 16:38

Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Minyak dan Gas Bumi (FOREK Hulu Migas 2026) resmi dibuka di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta. Forum strategis ini digelar guna memetakan arah kebijakan investasi serta memperkokoh ketahanan energi nasional di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan migas domestik.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Energi bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Acara ini dihadiri lebih dari 1.000 peserta yang terdiri atas jajaran kementerian/lembaga, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), investor, lembaga keuangan, serta pakar industri migas dari dalam maupun luar negeri.

Forum ini difokuskan sebagai wadah kolaborasi konkret untuk menjembatani kesenjangan (gap) antara tingginya konsumsi domestik dan laju produksi nasional. Selain diskusi strategis, forum turut diwarnai penandatanganan sejumlah kontrak komersial demi mempercepat realisasi investasi hulu migas yang ditargetkan menembus angka USD16 miliar pada tahun ini.
 



Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa tren investasi di sektor hulu migas Indonesia terus menunjukkan kurva peningkatan setiap tahunnya. Kemitraan solid antara KKKS, kontraktor EPC (Engineering, Procurement, and Construction), dan investor menjadi motor penggerak utamanya.

"Investasi di sektor hulu migas setiap tahun semakin meningkat. Di tahun 2027 mendatang, ada pengembangan proyek raksasa, seperti Eni dengan total investasi sekitar USD23 miliar, kemudian Inpex Masela juga kurang lebih sekitar USD23 miliar, serta beberapa blok lainnya," kata Bahlil dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.

Bahlil optimis masuknya deretan investasi jumbo tersebut akan menjadi momentum besar bagi Indonesia untuk mengerek realisasi lifting minyak dan gas bumi nasional.

"Ini merupakan sebuah kesempatan bagus untuk meningkatkan lifting, dan di saat yang sama membuka lapangan pekerjaan baru serta menggerakkan roda perekonomian," ucap Bahlil.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X