30 July 2026 18:18
Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional. Presiden menyebut setiap wisatawan yang datang tidak hanya menghasilkan devisa, melainkan juga menciptakan efek berganda yang menghidupkan mata pencarian masyarakat.
“Pariwisata itu sangat penting. Pariwisata itu menghasilkan devisa. Pariwisata menggerakkan ekonomi,” ujar Prabowo dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam pidatonya pada peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Presiden Prabowo menyebut bahwa satu turis asing yang datang ke Indonesia untuk menikmati kopi, bisa menguntungkan petani kopi.
"Satu wisatawan asing datang ke negara kita, minum secangkir kopi, petani kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam mengolah kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam logistik mengambil kopi dari kebun ke kota, ke pabrik," ujar Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa rantai ekonomi ini terus berlanjut hingga ke petugas pembungkus kopi, pemilik kafe, restoran, hingga perhotelan. Seluruh mata rantai ini saling terkait dan mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari keberadaan wisatawan.
“Mereka yang membungkus kopi dan akhirnya mereka yang menjual kopi di restoran, di kafe, di hotel, mata rantainya banyak,” ucap Prabowo.
Diketahui Presiden Prabowo meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah. Peresmian tersebut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ATR Nusron Wahid, Seskab Teddy Indra Wijaya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan sejumlah pejabat lainnya.
Stasiun Semarang Tawang telah melayani lebih dari dua juta penumpang pada semester I-2026. Tahun lalu, total sekitar 3,8 juta penumpang, jadi peningkatannya tercatat lebih dari 22 persen setiap tahun.