Duka Flores Duka Kita Bersama

21 August 2026 09:34

Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa dengan magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 19 Agustus 2026 malam sekitar pukul 23.17 waktu Indonesia Barat. Aktivitas gempa susulan ini kembali menuntut kewaspadaan berlanjut bagi masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya. Bantuan dan penanganan bencana sudah masuk ke wilayah terdampak karena Duka Flores adalah duka kita bersama.


Titik gempa di Flores


Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan aktivitas gempa susulan pasca gempa bermagnitudo 7,7 ini memerlukan peluruhan hingga kurang lebih 3 hingga 4 minggu ke depan. Data BMKG terbaru, pada 19 Agustus 2026 pada pukul 17.00 waktu Indonesia Barat terjadi gempa susulan sebanyak 3.055 dengan kekuatan paling kecil 1,1 hingga magnitudo 6,2. Gempa susulan itu memiliki kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami. 

Gempa susulan


Dari total ribuan gempa susulan yang terjadi kemarin, sekitar 88 gempa paling tidak dirasakan oleh masyarakat di NTT. Ini merupakan sejumlah titik dari gempa susulan yang jumlahnya sampai sekitar 3.055 yang terjadi pada Rabu kemarin. Dan ada juga sejumlah wilayah yang saat ini masih terdampak dari gempa susulan. BMKG mengatakan bahwa wilayah terdampak gempa ini masih merdampak kepada sejumlah daerah.


Wilayah terdampak gempa


Ada 5 wilayah yang masih merasakan gempa susulan yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, hingga Kabupaten Sumba Timur. Ada pun sejumlah wilayah lainnya yang ikut terdampak adalah di Manggarai Utara, Ende, Dompu, Jeneponto, Wajo, Flores Timur, Bima, dan juga Ngada Utara, yang hingga saat ini masih berstatus siaga dari pihak BMKG. 

Data korban gempa


Jumlah korban gempa bermagnitudo 7,7 per Selasa, 18 Agustus 2026 hingga pukul 09.00 waktu Indonesia Tengah, total korban meninggal dunia berjumlah 69 orang dan korban luka sekitar 331 jiwa, sementara total korban yang saat ini tengah mengungsi sekitar 34.689 jiwa. Untuk korban luka saat ini sudah mendapatkan penanganan dari pihak berwajib, dan para korban mengungsi saat ini sudah tinggal di tenda-tenda pengungsian yang sudah disediakan oleh pihak pemerintah. 


Alokasi dana bencana


Pemerintah pusat ini sudah mengalokasikan dana sekitar Rp5 triliun untuk bencana. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kesiapan pemerintah untuk mendukung kebutuhan pembiayaan penanganan bencana gempa bumi di NTT. Dukungan pembiayaan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan tahapan pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah. Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme pembiayaan untuk penanganan bencana melalui anggaran yang tersedia pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Dana tersebut menjadi sumber pembiayaan awal dalam merespons kebutuhan penanganan bencana, dan Menkeu juga menegaskan untuk tahap awal, biasanya pemerintah akan menggunakan dana dari BNPB yang sudah disiapkan. Menkeu juga menegaskan masih ada sekitar Rp5 triliun, meski sebagian sudah terpakai, yang menegaskan akan siap untuk mengisi kembali jika BNPB meminta dana untuk pemulihan bencana di NTT.


Bantuan barang dan dana yang sudah disalurkan


Pemerintah juga merinci bantuan dana dan bantuan yang sudah disalurkan, baik pusat maupun dari pemerintah daerah untuk korban bencana di NTT. Dari pemerintah pusat, ada dana dari Kementerian Sosial. Data yang dihimpun dari Kemensos per 18 Agustus, total dana yang sudah digunakan adalah Rp14,64 miliar. 

Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan dalam rilis bahwa Kemensos sudah menyelurkan dana, rinciannya adalah meliputi beras reguler seberat 48 ton, paket sembako, perlengkapan pengungsian dan dapur umum di 7 titik, serta buffer stok logistik. Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT melaporkan dana bantuan bencana yang sudah masuk dan dikelola oleh Provinsi NTT untuk bencana gempa sudah mencapai Rp4,359 miliar.

Dana tersebut didapatkan dari sumbangan Pemprov Kalimantan Timur sejumlah Rp2,5 miliar, kemudian dari Pemprov Maluku sebesar Rp1,5 miliar, dan juga ada sumbangan dari masyarakat umum sejumlah Rp359 juta. Untuk akses serta fasilitas penunjang lainnya, PT PLN juga telah berhasil memulihkan 100% sistem kelistrikan di Flores NTT pascagempa bumi pada Selasa, 18 Agustus, tepatnya pada pukul 17.40 waktu Indonesia Tengah.

Kementerian Pekerjaan Umum juga sudah mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Paluwe, Sikka. Dukungan dilakukan melalui penyediaan air daerah sekaligus penyiapan sumber air tambahan bagi sekitar 7.000 warga di 8 desa. Kemudian juga untuk akses ruas jalan sudah bertahap dibenahi agar bantuan dapat bisa lebih mudah untuk masuk dan mencapai ke korban-korban bencana gempa di NTT.


Nomor kontak darurat


Inilah merupakan kontak darurat yang bisa Anda akses, yaitu ke pusdat.lobs.bpb.ntt di 0811 3844 777 atau ke nomor 0811 111 431 177. Untuk nomor darurat nasional ini adalah 117. Bagi yang belum mengetahui keberadaan ataupun bagaimana informasi dan kabar dari keluarga ataupun kerabat di kawasan gempa di NTT bisa menghubungi nomor-nomor tersebut untuk melaporkan lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait di lokasi penanganan bencana.
Kita doakan selalu, semoga segera pulih dan bangkit bagi warga NTT dan semoga tidak ada lagi bencana datang.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X