Dari Santunan Jadi Modal, Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Wujudkan Kemandirian Keluarga Pekerja

20 August 2026 19:28

Bangkit dari keterpurukan pasca kehilangan tulang punggung keluarga dan menjaga produktivitas pasca memasuki usia pensiun, tentu menjadi tantangan bagi setiap orang. Namun kini, BPJS Ketenagakerjaan membuka lebih luas kesempatan bagi pekerja dan keluarganya untuk bangkit merajut kemandirian menuju kesejahteraan yang berkelanjutan melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).

Transformasi Manfaat Menjadi Produktif

Tepat pada 18 Agustus 2026, sebanyak 1.426 penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia memulai babak baru melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan. Program PEKA bertujuan mengubah paradigma penggunaan dana santunan, seperti Jaminan Hari Tua (JHT) atau santunan kematian, dari yang semula bersifat konsumtif menjadi modal produktif.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menegaskan bahwa tanggung jawab institusinya tidak berhenti hanya pada pemberian uang santunan.

"Kami ingin manfaat yang diterima peserta menjadi produktif. Melalui pendampingan dan kolaborasi dengan Kemnaker, pemerintah daerah, hingga sektor perbankan, kami berupaya memberdayakan ekonomi penerima manfaat agar bisa membuka lapangan kerja baru," ujarnya dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 20 Agustus 2026.
 



Dukungan Pemerintah untuk Kemandirian Ekonomi

Inisiatif ini mendapat apresiasi penuh dari Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli. Ia berharap program PEKA dapat melahirkan tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru yang menjadi sokoguru perekonomian bangsa.

"Kita juga siap untuk mendampingi sehingga mereka sukses karena program seperti ini di Kementerian Ketenagakerjaan sudah kita jalankan puluhan tahun sebenarnya ya, dan ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja-lapangan kerja baru,” tutur Yassierli.

Membangun Masa Depan yang Berdaya

Program PEKA menjadi jembatan bagi pekerja dan keluarganya untuk bangkit merajut kemandirian. Dengan mengubah manfaat menjadi daya, perlindungan sosial yang diterima hari ini diharapkan menjadi bekal kokoh untuk membangun kesejahteraan di masa depan.

Kini, santunan bukan lagi sekadar penyambung hidup sesaat, melainkan titik awal menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X