BPS Buka Kanal Perbaikan Data DTSEN untuk Masyarakat

26 August 2026 00:38

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) membuka kanal bagi masyarakat untuk memeriksa dan memperbarui data dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini memungkinkan warga memperbaiki data yang dinilai belum akurat atau belum lengkap secara mandiri.

Deputi Statistik Sosial BPS Nashrul Wajdi mengatakan masyarakat dapat melakukan pemutakhiran melalui aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial. Melalui kanal tersebut, masyarakat dapat mengecek posisi desil serta status penerimaan bantuan sosial.

“Jadi di situ masyarakat bisa cek apakah di desil berapa, menerima bantuan sosial atau tidak. Itu bisa melakukan pemutakhiran,” ujar Nashrul dalam tayangan Top Economy Metro TV, Selasa 25 Agustus 2026.

Bisa Lewat Aplikasi atau Situs Resmi

Selain Cek Bansos, BPS menyediakan kanal Cek DTKSN melalui situs https://dtsen-form.bps.go.id/, masyarakat juga dapat mengakses Cek Bansos melalui situs resmi Kementerian Sosial.

Nashrul memastikan kedua situs tersebut merupakan kanal resmi pemerintah dan menggunakan basis data yang sama.

“Dua situs tadi cekbansos.kemensos.go.id dan dtsen-form.bps.go.id itu adalah situs yang valid,” katanya.

Belum Ada Desil, Data Belum Tentu Bermasalah

Nashrul menjelaskan masyarakat yang sudah tercatat dalam DTSEN tetapi belum memiliki desil kemungkinan memiliki sejumlah variabel data yang belum lengkap.

“Bisa jadi datanya sudah kita sinkronisasi dengan Dukcapil tapi ada variabel-variabel yang masih belum lengkap,” ujarnya.

Variabel tersebut antara lain kondisi dan luas rumah, sanitasi, sumber air minum, serta jumlah anggota keluarga. Data-data tersebut diperlukan untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan dan menentukan desil.

Masyarakat Bisa Memperbarui Data Sendiri

Warga dapat mengisi data secara mandiri melalui formulir yang tersedia di kanal Cek Bansos maupun DTKSN.

“Bisa update sendiri,” kata Nashrul.

Namun, data yang diperbarui tidak otomatis langsung ditetapkan. BPS akan melakukan verifikasi untuk memastikan informasi yang diberikan sesuai kondisi sebenarnya.

“Kita akan melakukan verifikasi dulu untuk memastikan bahwa data yang diinput tidak sembarangan. Jadi kita menjaga betul kualitas ini,” tegasnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X