Kisah Pilu Rifal Kehilangan Orang Tua dan Belasan Kerabat Akibat Longsor Cisarua

2 February 2026 23:09

Muhammad Rifal Firmansyah (15) harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupnya di usia yang masih sangat muda. Remaja asal Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ini mendadak menjadi yatim piatu setelah longsor dahsyat menerjang kampung halamannya di Pasir Kuda, Sabtu, 24 Januari 2026 lalu.

Tidak tanggung-tanggung, Rifal kehilangan 14 anggota keluarganya sekaligus dalam satu malam. Ayah, ibu, adik, nenek, paman, hingga sepupunya turut menjadi korban tertimbun tanah.

Saat kejadian, Rifal sedang tidak berada di rumah. Ia tengah menimba ilmu sebagai santri kelas VIII di Pondok Pesantren Al-Mubin, Kecamatan Sindangkerta. Kabar duka itu pertama kali ia ketahui secara tidak sengaja melalui status WhatsApp kakak sepupunya, Neni.
 

Baca juga:
Update Korban Longsor Cisarua, 83 Kantong Jenazah Dievakuasi 

Neni, sepupu Rifal yang selamat, menuturkan betapa beratnya menyampaikan kabar tersebut. Awalnya, ia berusaha menyembunyikan fakta memilukan itu karena khawatir Rifal tidak sanggup menerimanya.

"Saya enggak berani bilang ke Rifal kalau Mamaknya kena longsor. Saya bilang ke Ustaz-nya supaya dia tenang dulu. Tapi dia terus bertanya dan menangis, akhirnya dia pulang," tutur Neni dengan suara bergetar.

Setibanya di kampung halaman, hancur hati Rifal melihat rumah tempat ia dibesarkan sudah lenyap, rata dengan tanah.

Tegar Menanti Sisa Keluarga Ditemukan

Kini, Rifal tinggal sementara di Posko Pengungsian Kementerian Agama di Pondok Pesantren Daarut Tahfidz, tak jauh dari Posko DVI Polda Jawa Barat. Meski sempat terguncang dan menyendiri, Rifal kini mulai terlihat tegar dan beraktivitas kembali.

Dari 14 anggota keluarganya yang hilang, 10 jenazah telah berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Rifal kini masih menanti kepastian nasib empat anggota keluarga lainnya, termasuk sang paman, sepupu, dan adiknya yang belum ditemukan.

"Ibu, ayah, adik, nenek, paman, sama saudara yang lain. Ada 14 anggota keluarga (jadi korban). Sekarang tinggal empat lagi yang belum ketemu. Semoga cepat tolong ditemukan semua keluarga saya, supaya cepat beres," ungkap Rifal.

Tekad Kembali ke Pesantren

Meski kehilangan penopang hidup, semangat Rifal untuk menuntut ilmu tidak padam. Ia bertekad untuk kembali ke pesantren setelah seluruh proses pencarian dan pemakaman keluarganya selesai. Nantinya, Rifal direncanakan akan tinggal bersama uwaknya di Cimahi.

"Sekarang mau diam dulu di sini. Kalau sudah memastikan keluarga semua ketemu, saya pulang lagi ke pesantren," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)