12 January 2026 21:30
World Economic Forum (WEF) 2026 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19 hingga 23 Januari 2026 di Davos, Swiss. Indonesia dipastikan kembali hadir dalam gelaran akbar bagi para pelaku ekonomi dunia ini yang tahun ini mengangkat tema "A Spirit of Dialogue".
Diperkirakan sekitar 3.000 peserta akan hadir, termasuk 30 pemimpin negara yang turut diundang. Forum ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemimpin negara, pelaku usaha global, akademisi, serta masyarakat sipil untuk merespons tantangan ekonomi global, dinamika rantai pasok, hingga disrupsi kecerdasan buatan (AI).
Misi Strategis Indonesia
Bagi Indonesia, keikutsertaan tahun ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat image building atau citra bangsa di tingkat global. Indonesia akan memosisikan diri sebagai mitra yang stabil, terbuka, dan kredibel untuk investasi dan kerja sama ekonomi. Salah satu sektor yang akan diunggulkan adalah sektor padat karya yang dinilai masih memiliki daya saing tinggi.
Untuk memfasilitasi hal tersebut, pemerintah akan mendirikan Indonesia Pavilion. Paviliun ini akan diisi dengan sejumlah diskusi panel serta menjadi tempat pertemuan business-to-business (B2B) antara delegasi Indonesia dan investor asing.
Menteri Rosan: Momen Sampaikan Kebijakan Baru
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan antusiasmenya menyambut forum ini. Menurutnya, WEF adalah panggung yang tepat untuk mensosialisasikan regulasi terbaru Indonesia di awal tahun.
"Ini momentum yang sangat baik untuk Indonesia. Kita mencoba menyinergikan rencana ke depan. Kebijakan (policy) dan regulasi baru yang baik memang harus disampaikan agar dunia tahu bahwa Indonesia terus bergerak maju," ujar Rosan dalam Newsline Bisnis, Metro TV, Senin 12 Januari 2026.
Rosan menekankan bahwa pemerintah ingin menunjukkan iklim investasi (investment climate) di Indonesia semakin kondusif. "Kita sangat terbuka untuk investasi. Kita ingin mereka tahu bahwa Indonesia siap. Di saat bersamaan, kita punya rencana yang akan berjalan lebih cepat jika dikolaborasikan dengan kekuatan banyak negara lain," tambahnya.
Dalam delegasi ini, direncanakan turut hadir Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, yang akan memperkuat diplomasi ekonomi dari sektor swasta.