16 July 2026 16:22
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong para pelaku usaha Indonesia untuk melihat Rusia bukan sekadar sebagai pasar penting, melainkan sebagai mitra untuk membangun kerja sama jangka panjang.
Hal itu diungkapkan Agus Gumiwang pada pameran industri internasional Innoprom yang diselenggarakan di Rusiam, pada 6-9 Juli. Forum tahunan ini mempertemukan para pelaku industri manufaktur dan ahli pengadaan dari seluruh dunia, serta menyediakan wadah global untuk menampilkan teknologi mutakhir dan memperluas akses ke pasar internasional.
Agus mencatat bahwa sektor manufaktur tetap menjadi salah satu pilar utama perekonomian Indonesia yang menyumbang sekitar 20 persen PDB negara dan lebih dari 83 persen dari total ekspor. Dalam kesempatan itu, Indonesia dan Rusia menandatangani nota kesepahaman di sektor industri yang akan menjadi kerangka kerja regulasi bagi kerja sama di bidang-bidang utama.
Dalam pidatonya, Menperin menegaskan transformasi ekonomi Indonesia yang kini fokus pada hilirisasi dan industrialisasi. Indonesia tidak lagi ingin dipandang sebagai negara yang hanya menjual bahan mentah atau komoditas.
"Indonesia bukanlah negara yang hanya mengandalkan komoditas dan mencari pembeli. Indonesia adalah negara industri yang mencari mitra, khususnya mitra dari Rusia. Hubungan Indonesia dan Rusia telah mencerminkan arah tersebut," ujar Agus Gumiwang.