NEWSTICKER

Bedah Editorial MI: Harapan dari Pulau Dewata

17 November 2022 09:49

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Bali resmi ditutup, Rabu (16/11/2022). Sebagai Presidensi G20 2022, Indonesia selanjutnya menyerahkan kepemimpinan itu kepada India yang akan menjadi penyelenggara perhelatan serupa berikutnya pada 2023. 

Momen penyelenggaraan KTT ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran banyak pihak. Terlebih semua negara anggota G20 merupakan penentu arah dunia. Selain menguasai 80% perekonomian global, para delegasi G20 juga menguasai 79% perdagangan dan mewakili 60% penduduk dunia. Dengan demikian, forum ini dipandang signifikan untuk menjawab berbagai krisis yang ada. 

Dalam dokumen Bali Leaders Declaration yang dihasilkan, setidaknya ada upaya serius dari semua anggota G20 untuk bersama-sama memulihkan kondisi perekonomian dunia. Mereka, misalnya, sepakat mewujudkan ketahanan rantai pasok global untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, inklusif, dan adil. Selain itu, mereka pun akan mengambil tindakan untuk mendorong ketahanan pangan dan energi serta mendukung stabilitas pasar. 

Hal yang juga tak kalah penting dalam dokumen Bali Leaders Declaration yang dihasilkan Indonesia disebut memperoleh komitmen pendanaan sebesar USD20 miliar atau sekitar Rp312 triliun dari Just Energy Transition Programme. Komitmen pendanaan program energi transisi ini, menurut Presiden Jokowi penting karena akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi lingkungan dunia. 

Selain itu, Bali Leaders Declaration juga menyepakati sejumlah kerja sama konkret dalam berbagai bidang. Di antaranya, terbentuknya pandemic fund (dana penanganan pandemi) yang jumlahnya telah terkumpul sebanyak USD1,5 miliar serta operasionalisasi resilience sustainability trust di bawah IMF yang mencapai USD81,6 miliar. Dana ini untuk membantu negara-negara berpenghasilan kecil dan menengah dalam menghadapi tantangan jangka panjang seperti perubahan iklim dan pandemi. 

Tag