NEWSTICKER

Drama Permintaan Maaf Para Terdakwa di Sidang Pembunuhan Brigadir J

2 November 2022 23:33

Drama permintaan maaf lima terdakwa kepada keluarga Brigadir Yosua sudah usai dalam tiga kali kesempatan sidang. Momen yang ditunggu itu justru akhirnya menimbulkan tanda tanya tentang ketulusan para terdakwa. Apa penilaian pakar dan pihak keluarga?

Beginilah suasana sidang kasus pembunuhan berencana Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal yang digelar di PN Jakarta Selatan. Sidang kali ini menghadirkan saksi dari pihak keluarga Brigadir J dan tenaga medis dari RSUD Sungai Bahar Jambi. Bagi keluarga Brigadir J ini merupakan kali ketiga hadir sebagai saksi kasus tersebut.

Sebelumnya pada 25 Oktober lalu, keluarga Brigadir Yosua menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E. Sidang ini diwarnai drama ketika Eliezer bersimpuh di hadapan orang tua Yosua dan bersalaman. Eliezer juga sempat mencium tangan ibunda Yosua dan berbincang sebentar.

Selanjutnya pada 1 November, keluarga Yosua kembali menjadi saksi pada sidang dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Pada tiga kali kesempatan menjadi saksi, para terdakwa menyampaikan permohonan maaf langsung kepada keluarga Yosua khusunya pada kedua orang tuanya. Permintaan maaf terdakwa Eliezer secara verbal sebenarnya disampaikan pada sidang 18 Oktober lalu.

Dari seluruh permintaan maaf itu, permintaan maaf terdakwa Ferdy Sambo paling menarik perhatian. Sebab dalam permintaan maafnya Sambo, justru terlihat ada kemarahan dalam ekspesi wajahnya. Bagi pakar hukum pidana Jamin Ginting, momen permintaan maaf Sambo juga dimanfaatkan untuk memunculkan motif terjadinya pembunuhan.

Sementara itu, pihak kelurga Yosua melihat dari lima terdakwa yang meminta maaf, hanya Eliezer yang memenuhi unsur permintaan maaf secara tulus.

Detik-detik permintaan maaf para terdakwa kepada keluarga Yosua memang sudah lama dinantikan publik. Namun setelah momen itu berlangsung, justru yang muncul adalah tanda tanya soal ketulusan mereka. Tapi yang pasti rangkaian sidang pembuktian pokok perkara pembunuhan berencana masih akan berlangsung.

Drama-drama pembuktian masih akan terjadi dan majelis hakim diharapkan bertindak adil.