Berburu Takjil di Pasar Mappanyukki Makassar: Ada Jalangkote hingga Es Cendol Tawaro

26 February 2026 18:16

Suasana semarak menyelimuti Pasar Ramadan di kawasan Jalan Mappanyukki, Kota Makassar. Memasuki bulan suci Ramadan, lokasi ini seolah menjelma menjadi surga kuliner yang tak pernah sepi pengunjung. Antusiasme warga yang melakukan tradisi war takjil atau berburu penganan berbuka puasa sudah terlihat membludak sejak pukul 16.00 WITA.

Bagi warga Makassar, berbuka puasa rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran jajanan tradisional. Begitu banyak ragam pilihan kuliner yang ditawarkan di sepanjang jalan ini, mulai dari gorengan renyah, kue manis, jajanan kekinian, hingga sajian lauk pauk siap santap.

Salah satu menu yang paling cepat diserbu oleh para pemburu takjil adalah aneka gorengan yang masih hangat. Dua primadona utama yang wajib hadir di meja makan warga Makassar adalah bikang doang atau bakwan udang dan jalangkote, pastel khas Makassar yang berisi bihun, wortel, kentang, dan irisan telur.
 

Baca juga:
Nasi Jaha Ternate Kini Diakui Sebagai Warisan Budaya

Para pedagang bahkan menggoreng langsung dagangannya di tempat demi menjaga kualitas dan kerenyahan. Harganya pun sangat ramah di kantong masyarakat yakni Rp10.000 untuk tiga potong gorengan. 

Tak hanya hidangan gurih, takjil dengan cita rasa manis juga laris manis diburu warga. Beberapa kue tradisional yang mendominasi lapak pedagang antara lain kue cantik manis, onde-onde, taripang, cucur, bolu cukke yang legit dengan campuran gula merah, hingga roko-roko unti yang dibungkus rapi menggunakan daun pisang.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah sajian sanggara balanda. Camilan berbahan dasar pisang yang digoreng ini memiliki isian lumer berupa campuran kacang dan cokelat, menjadikannya pilihan sempurna bagi pecinta hidangan manis. Saking ramainya, hidangan populer seperti es pisang ijo bahkan dilaporkan sudah ludes terjual sebelum waktu berbuka tiba.

Jajanan Kekinian dan Minuman Segar

Pasar Ramadan Mappanyukki juga ramah bagi kalangan anak muda yang mencari jajanan kekinian. Beberapa gerobak terlihat dikerumuni pembeli yang mengantre panjang untuk mendapatkan dimsum, bakso goreng, dan pentol goreng yang disajikan dengan aneka sambal pedas.

Untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa, pengunjung memadati lapak minuman segar. Salah satu primadonanya adalah es cendol tawaro, yakni sajian minuman cendol berbahan dasar sagu yang dipadukan dengan santan gurih dan siraman gula merah cair. Harganya pun sangat murah meriah, hanya Rp5.000 per porsinya.

Dengan ragam pilihan kuliner yang lengkap, harga yang terjangkau, serta kualitas makanan yang segar, tak heran jika Pasar Ramadan Mappanyukki selalu menjadi destinasi favorit warga Makassar untuk menikmati momen kebersamaan jelang waktu berbuka puasa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)