7 September 2026 12:25
Gubernur DKI Jakata, Pramono Anung menginstruksikan agar kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik dan guru.
Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia pada Senin, 7 September 2026, kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini berlaku mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menegah Atas (SMA).
Berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kebijakan ini berlaku hingga pemberitahuan selanjutnya. Pramono juga mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah serta memperketat penggunaan masker untuk mengantisipasi gangguan pernapasan.
Sementara itu, langkah serupa juga diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. PJJ diterapkan selama dua hari, yaitu pada 7 hingga 8 September 2026. Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi kualitas udara kota Bogor yang semakin memburuk imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
PJJ di Kota Bogor berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan. Pemkot Bogor menyebut hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan angka 83 atau masuk dalam kategori sedang. Meski demikian, Pemkot Bogor tetap meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.