Kreatif! Pria di Bandung Sulap Kamar Kos Jadi Peternakan Ayam Petelur Tanpa Bau

2 September 2026 16:05

Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan tidak menyurutkan niat Agus Hadiyana, seorang warga Bandung, Jawa Barat, untuk membangun kemandirian pangan. Ia secara kreatif menyulap sebuah kamar kos menjadi ruang ternak ayam petelur yang mampu memproduksi belasan hingga puluhan butir telur setiap harinya.

Ide unik yang dijuluki "Kamar Ayam" ini berawal dari kegelisahan Agus terhadap isu ketahanan pangan nasional. Di tengah kondisinya yang saat ini tidak bekerja, Agus memilih untuk memanfaatkan ruang yang ada di lingkungan terdekatnya guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.

"Kalau kita sebagai orang urban ya orang kota pada akhirnya kan kita terbatas dengan ruang. Keterbatasan ruang ini kan juga berpengaruh dan berdampak pada kita yang pengen ngoprek gitu. karena kebetulan ruang ini kan kadang-kadang jarang orang masuk juga karena hanya untuk kebutuhan orang-orang keluarga, bukan pure untuk satu orang jadi akhirnya kita main maintenance aja si ruang ini sebagai untuk kamar ayam bukan kandang ayam konsepnya gitu," jelas Agus dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu, 2 September 2026.

Rahasia Ternak Tanpa Bau

Meski dipelihara di dalam ruangan tertutup tanpa kandang besi, peternakan milik Agus sama sekali tidak menimbulkan bau menyengat yang biasanya identik dengan kotoran ayam. Agus menerapkan teknologi probiotik dan pemanfaatan bakteri aktif.

Ia mencampurkan berbagai rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan temulawak yang telah difermentasi ke dalam pakan serta minuman ayam. Selain efektif menekan aroma amoniak dari kotoran, metode ini juga diklaim mampu meningkatkan daya tahan tubuh ayam sehingga tidak mudah terserang penyakit.
 


Untuk menekan biaya operasional, Agus memanfaatkan pakan alternatif dari limbah organik, seperti sisa makanan, limbah sayuran, maggot, hingga keong sawah. Sementara untuk alas kamar, ia menggunakan campuran gabah, pasir, kotoran ternak, dan kapur dolomit guna menjaga kebersihan ruangan.

Targetkan Peternakan Komunal

Saat ini, "Kamar Ayam" miliknya mampu menghasilkan sekitar 20 butir telur setiap hari. Agus berharap konsep sederhana ini tidak hanya berhenti di tingkat rumah tangga, tetapi bisa dikembangkan menjadi peternakan komunal di tingkat RT atau RW.

Ia membayangkan sistem barter di masyarakat, di mana warga bisa menukarkan sisa nasi atau sayuran mereka dengan telur ayam yang dihasilkan secara bersama-sama.

"Sederhananya misalkan kalau mereka punya 100 ekor ayam petelur atau ayam pedaging, petelur, paling utama misalkan, mereka bisa terjadi barter. Jadi enggak harus masyarakat membeli membeli telur ayam, kan mereka punya sisa nasi sisa sayuran, kenapa tidak dibarter untuk satu telur misalkan setengah kilo nasi sisa, itu kan sangat menarik," pungkasnya.

Inisiatif Agus Hadiyana ini menjadi bukti bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan terdekat, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar luar.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X