.,
13 January 2026 15:54
Jakarta: Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa adaptasi terhadap budaya sepak bola Indonesia akan menjadi fokus utamanya sebelum membangun fondasi permainan. Ia menyebut pengalaman melatih di Selandia Baru dan Kanada telah membentuk kemampuannya memahami perbedaan kultur, baik sosial maupun sepak bola.
“Kamu harus merasakan jati diri negara ini. Dari sana, kamu baru bisa membangun budaya sepak bola,” ujar Herdman, dalam program Breaking News Metro TV, Selasa, 13 Januari 2026
Herdman menekankan pentingnya kedekatan dengan suporter Indonesia untuk membentuk identitas tim. Menurutnya, memahami jiwa Garuda akan menjadi modal penting untuk mencapai target besar meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2030.
“Harus tahu apa yang diperjuangkan, kapan bertarung, dan bagaimana menyambungkan passion para fans ke para pemain,” katanya.
Menanggapi soal komposisi skuad yang kini diisi pemain lokal dan diaspora, Herdman menegaskan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan. Ia menolak melihat perbedaan berdasarkan latar belakang atau paspor.
“Saya tidak melihat paspor. Saya melihat manusia dan peluang. Keberagaman bisa menjadi kekuatan terbesar jika kita memilih menjadikannya kekuatan," kata Herdman.
Bagi Herdman, hal yang terpenting ialah visi bersama. Ia menyebut bahwa seluruh pemain akan disatukan oleh tujuan yang sama, bukan identitas asal
"Kita semua bertanggung jawab pada jersey dan bendera yang dipakai. Waktu kami singkat dan kami harus berkomitmen meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya,” ucapnya.
(Nada Nisrina)