Pemerintah Kebut Proyek Giant Sea Wall, Pantura Jateng Jadi Prioritas

6 May 2026 09:49

Pemerintah pusat mulai mematangkan rencana besar pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir pantai utara (Pantura) Jawa melalui proyek Giant Sea Wall. Dalam tahap awal, wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Kendal, ditetapkan sebagai prioritas utama penanganan guna menanggulangi ancaman banjir rob yang kian mengkhawatirkan.

Rencana ini dibahas dalam Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu yang digelar di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, pada Senin, 5 Mei 2026. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama para pemangku kepentingan.

Menko AHY menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah mendesak untuk menyelamatkan nyawa dan ruang hidup jutaan warga di pesisir. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, terdapat sekitar 17 juta dari total 52 juta penduduk di sepanjang Pantura yang terdampak langsung oleh kondisi pesisir, termasuk komunitas nelayan.

"Di sinilah urgensi untuk menyelamatkan manusia. Selain itu, langkah ini strategis untuk melindungi aktivitas ekonomi yang berkontribusi terhadap PDB nasional sekitar 23 persen," ujar AHY yang dikutip Metro Pagi Prime Time, Rabu 6 Mei 2026. 

AHY menambahkan bahwa penanganan akan disesuaikan dengan karakteristik unik masing-masing wilayah agar hasilnya optimal.
 

Baca juga: Membongkar Mitos Ikan Sapu-Sapu

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyambut baik keseriusan pemerintah pusat dalam merealisasikan Giant Sea Wall yang direncanakan membentang dari Banten hingga Jawa Timur. Untuk wilayah Jawa Tengah kajian telah dilakukan oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa sejak tujuh bulan lalu.

"Ini nanti insyaallah bisa menanggulangi bukan hanya rob, akan tetapi juga akan berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih di kawasan Pantura Jawa Tengah," ungkap Taj Yasin.

Sebelum proyek nasional ini dimulai, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalankan segala upaya pengelolaan pesisir. Salah satu program unggulannya adalah Mageri Segoro, yang telah berhasil menanam 2,3 juta batang mangrove sepanjang 2025 dengan melibatkan TNI/Polri, kelompok tani hutan, badan usaha, NGO, perguruan tinggi dan pegiat lingkungan.

Selain itu, sejumlah infrastruktur pelindung pantai juga didorong seperti pembangunan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak, tanggul pantai di Pekalongan dan Rembang, pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di Kota Pekalongan serta rencana hybrid seawall di Kabupaten Demak. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)