Semarang: PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah resmi menutup sementara SPBU di Jalan Sriwijaya Semarang, Jawa Tengah. Langkah ini diambil menyusul insiden kebakaran satu unit sepeda motor di area pengisian sebagai bentuk evaluasi menyeluruh dan penguatan standar keselamatan operasional.
Berdasarkan data rekaman CCTV, kronologi kejadian bermula saat seorang konsumen mengisi BBM jenis Pertamax dalam kondisi kendaraan mogok. Setelah pengisian selesai, motor tersebut didorong keluar dari area. pada saat dicoba untuk dinyalakan, muncul percikan api yang diduga berasal dari gangguan sistem kelistrikan atau pengapian kendaraan tersebut.
Petugas SPBU segera melakukan tindakan darurat dengan mengamankan lokasi dan memadamkan titik api menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR sehingga situasi dapat terkendali dengan cepat.
Namun video viral yang diunggah akun instagram @dinaskegelapan_kotasemarang mengungkap keluhan pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan, lantaran petugas SPBU sempat menolak menggunakan APAR tanpa seizin manajer.
Area Manager Communication Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menyatakan rasa prihatin atas kejadian tersebut. Pihak Pertamina memastikan akan menindaklanjuti insiden ini secara serius dan menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar peningkatan aspek keselamatan serta pelayanan di seluruh jaringan SPBU.
Sementara pemilik kendaraan Chiko Relisviano Ramadhan telah menerima penjelasan secara transparan dan menyatakan bahwa permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Di sisi lain operator SPBU bernama Giyono juga telah menyampaikan permohonan maaf serta berkomitmen untuk lebih waspada dalam menjalankan tugas.
Selama SPBU Sriwijaya ditutup, masyarakat diarahkan untuk melakukan pengisian BBM di dua lokasi terdekat yaitu SPBU 44.502.29 Jalan Veteran dan SPBU 41.502.01 Coco Jalan Ahmad Yani.
Pertamina juga menegaskan bahwa fasilitas APAR di seluruh SPBU tersedia secara gratis untuk keadaan darurat. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kelayakan kendaraan terutama pada bagian kelistrikan guna menghindari risiko kebakaran serupa di masa mendatang. (Metro tv/Ica Ervina)