18 July 2026 11:00
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan resmi mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Biddokkes untuk membantu operasi pencarian serta identifikasi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sebanyak 11 personel forensik diberangkatkan dari Makassar menuju lokasi kejadian. Tim ini dilengkapi dengan berbagai peralatan forensik khusus dan menggunakan tiga unit mobil operasional Dokpol guna menunjang kerja di lapangan.
Medan yang ditempuh tim tidaklah mudah. Personel harus menempuh perjalanan darat dari Makassar ke Kabupaten Bulukumba selama empat hingga enam jam. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi laut menggunakan kapal feri menuju Kepulauan Selayar selama dua jam, disusul perjalanan laut tambahan selama sembilan jam untuk mencapai Kepulauan Jampea, titik terdekat dengan lokasi musibah.
Diketahui KM Nurul Salsa mengangkut total 78 penumpang saat mengalami kecelakaan. Kapal tersebut tenggelam dalam perjalanan dari Dermaga Pelabuhan Kepulauan Jampea menuju Pelabuhan Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hingga hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan 24 penumpang yang dinyatakan hilang. Sejauh ini, satu orang dilaporkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 53 penumpang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kaur DVI Biddokkes Polda Sulsel, Kompol Abd. Rahman, menyatakan bahwa timnya akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang sudah berada di lokasi sejak awal kejadian.
“Kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait yang sudah ada mendahului di lokasi. Ya, mudah-mudahan kegiatan operasi DVI yang dilaksanakan terkait dengan kecelakaan kapal laut ini nanti bisa terlaksana lancar dan aman,” ujar Kompol Abd. Rahman dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia, Sabtu, 18 Juli 2026.