Agustus-September 2026 Diprediksi Puncak Kemarau dan Kekeringan

21 July 2026 12:17

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau dan kekeringan di Indonesia akan jatuh pada Agustus hingga September 2026. Bahkan di sejumlah wilayah, kondisi ini diprediksi akan berlangsung lebih lama hingga November. 

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, mengatakan sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diprediksi mengalami musim kemarau serta potensi kekeringan hingga November 2026. 

"Kurang lebih sudah 48,77 persen dari luas daratan Indonesia yang sudah masuk musim kemarau dan juga diprediksi akan mengalami durasi musim kemaraunya lebih panjang. Secara umum saya katakan adalah wilayah yang ada di selatan ekuator Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan beberapa wilayah di Sumatra bagian selatan," ujarnya dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa 21 Juli 2026. 

Sementara itu, wilayah lainnya diprediksi menghadapi puncak musim kemarau dan kekeringan pada Agustus hingga September mendatang. BMKG menyebut kondisi ini dipengaruhi oleh musim kemarau yang terjadi secara alami, yang kemudian diperparah oleh fenomena El Nino berkategori kuat, yang menyebabkan pasokan uap air ke Indonesia berkurang. 

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengantisipasi krisis air bersih, penurunan kualitas udara, serta potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama puncak musim kemarau.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X