4 June 2020 09:37
Aksi demonstrasi terkait kematian George Floyd telah meluas hingga ke lebih dari 140 kota di AS dalam seminggu terakhir. Para demonstran juga menggelar aksi di sekitar Gedung Putih sambil meneriakkan slogan “Aku tidak dapat bernafas” untuk memprotes diskriminasi rasial. Hingga tanggal 1 Juni waktu setempat, sedikitnya 40 kota termasuk Washington telah menerapkan kebijakan jam malam, namun massa tetap bertahan di luar Gedung Putih dan melakukan aksi pembakaran, bahkan terlibat bentrok dengan polisi. Pihak Gedung Putih juga memadamkan aliran listrik sehingga suasana menjadi gelap gulita. Presiden AS Donald Trump dan keluarga dilaporkan sempat dibawa ke bunker saat demonstran berkumpul di luar Gedung Putih pada tanggal 29 dan 31 Mei lalu. Sehari setelahnya, Trump mengancam akan mengerahkan militer AS jika para gubernur negara bagian tidak dapat menghentikan aksi protes anarkis di wilayah masing-masing.