Mengenal Flu Singapura dan Cara Pencegahannya

29 March 2024 16:03

Tercatat 5 ribu lebih kasus flu Singapura (hand, foot and mouth disease/HFMD) di Indonesia. 180 pasien di antaranya menjalani perawatan di Jakarta, sementara 738 kasus tercatat dari Provinsi Banten.

Apa itu flu Singapura?

Flu Singapura/HFMD disebabkan oleh infeksi virus famili enterovirus. Flu Singapura dominan menyerang anak-anak pada rentang usia 1-10 tahun, namun tak jarang menyerang dewasa juga.

Penyebaran virus flu Singapura biasanya melalui:

  1. Droplet ketika batuk, bersin dan berbicara
  2. Kotoran manusia/feses (saat mengganti pamper)
  3. Penggunaan alat makan/minum bersama
  4. Benda atau permukaan yang terkontaminasi virus
Flu Singapura sekilas mirip dengan flu biasa, yakni diawali dengan demam. Namun flu Singapura biasanya diiringi dengan beberapa gejala lainnya, meliputi:
  1. Penurunan nafsu makan
  2. Sakit perut
  3. Sariawan atau bintik di mulut, tangan dan kaki
  4. Kelelahan
  5. Sakit tenggorokan
  6. Ruam pada kulit di telapak tangan dan kaki (terlihat seperti cacar air)
Baca juga: Kemenkes Temukan Varian Berbahaya DBD Serotipe Den 3 di Jepara
Untuk mencegah penyebaran dan penularan flu Singapura, masyarakat diimbau untuk rajin mencuci tangan; menghindari menyentuh mata, mulut dan hidung; hindari kontak dengan pasien HFMD serta membersihkan dan mendisinfektan permukaan benda.

Bagi anda yang sudah terlanjur terserang flu Singapura tak perlu khawatir, karena umumnya membaik dalam 7-10 hari. Pengobatan simtomatik diperlukan hanya untuk mengatasi keluhan. Selain itu disarankan untuk minum air yang cukup.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)