Tercatat 5 ribu lebih kasus flu Singapura (hand, foot and mouth disease/HFMD) di Indonesia. 180 pasien di antaranya menjalani perawatan di Jakarta, sementara 738 kasus tercatat dari Provinsi Banten.
Apa itu flu Singapura?
Flu Singapura/HFMD disebabkan oleh infeksi virus famili enterovirus. Flu Singapura dominan menyerang anak-anak pada rentang usia 1-10 tahun, namun tak jarang menyerang dewasa juga.
Penyebaran virus flu Singapura biasanya melalui:
- Droplet ketika batuk, bersin dan berbicara
- Kotoran manusia/feses (saat mengganti pamper)
- Penggunaan alat makan/minum bersama
- Benda atau permukaan yang terkontaminasi virus
Flu Singapura sekilas mirip dengan flu biasa, yakni diawali dengan demam. Namun flu Singapura biasanya diiringi dengan beberapa gejala lainnya, meliputi:
- Penurunan nafsu makan
- Sakit perut
- Sariawan atau bintik di mulut, tangan dan kaki
- Kelelahan
- Sakit tenggorokan
- Ruam pada kulit di telapak tangan dan kaki (terlihat seperti cacar air)
Untuk mencegah penyebaran dan penularan
flu Singapura, masyarakat diimbau untuk rajin mencuci tangan; menghindari menyentuh mata, mulut dan hidung; hindari kontak dengan pasien HFMD serta membersihkan dan mendisinfektan permukaan benda.
Bagi anda yang sudah terlanjur terserang flu Singapura tak perlu khawatir, karena umumnya membaik dalam 7-10 hari. Pengobatan simtomatik diperlukan hanya untuk mengatasi keluhan. Selain itu disarankan untuk minum air yang cukup.