NEWSTICKER

Autopsi Korban Jadi Babak Baru Pengusutan Tragedi Kanjuruhan

6 November 2022 19:54

Autopsi terhadap jenazah kakak beradik Aremania yakni Natasya Debi Ramadani dan Naila Debi Anggraini menjadi babak baru dari Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu yang menewaskan 135 korban jiwa. Proses autopsi dilaksanakan secara tertutup oleh enam dokter forensik yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) cabang Jawa Timur di TPU Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Malang.

Autopsi tersebut dilakukan sesuai dengan permintaan sang ayah Devi Athok untuk mendukung tuntasnya penyidikan Tragedi Kanjuruhan. Proses autopsi berlangsung selama tujuh jam tersebut dikawal langsung sejumlah pihak yakni kepolisian, Kompolnas, LPSK, TGIPF, tim gabungan Aremania serta keluarga korban.
 
Sampel yang sudah diambil dari proses autopsi akan dilakukan uji laboratorium di tempat dan petugas pengujian dari pihak independen. Tim forensik menyebut hasil autopsi memerlukan waktu sekitar delapan pekan yang merupakan estimasi waktu terlama sehingga bisa jadi lebih cepat.
 
Sementara itu, keluarga korban Aremania dan masyarakat dengan sabar menanti hasil autopsi yang akan menjadi kunci dalam menarik benang merah dalam pengusutan Tragedi Kanjuruhan. Hasil autopsi juga akan menjadi bukti tambahan yang bisa mempengaruhi jalannya peradilan untuk para tersangka nanti.
 
Sebelumnya, Komnas HAM menyatakan enam tersangka Tragedi Kanjuruhan yang ditetapkan kepolisian belum cukup. Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebut ada pihak lain yang harus bertanggung jawab karena Tragedi Kanjuruhan bukan hanya persoalan pelanggaran administrasi melainkan tanggung jawab dalam urusan tata kelola sepak bola.