NEWSTICKER

Hati-hati, Ini Dampak Konsumsi Telur yang Sudah Retak!

30 August 2022 11:03

Telur yang aman dikonsumsi umumnya memiliki cangkang mulus tanpa ada retakan sama sekali. Sementara kondisi cangkang telur yang retak masih kerap dipertanyakan keamanan konsumsinya. Penurunan kualitas pada telur yang sudah retak kulitnya dikatakan akan meningkatkan risiko terjadinya kontaminasi, telur yang pecah sangat rentan terkontaminasi bakteri Salmonella, yang mengakibatkan terjadinya keracunan makanan. 

Pakar Kesehatan Tan Shot Yen mengatakan, telur retak lebih beresiko untuk terkontaminasi bakteri Salmonella, diketahui bahwa bakteri Salmonella bisa menyebabkan tifus. Telur retak sudah tidak higienis dan masa stok atau penyimpanan nya semakin pendek karena telur tersebut sudah terkontaminasi banteri.

Harga telur ayam naik di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, harganya bisa mencapai Rp33 ribu per kilogram. Padahal, telur jadi salah satu sumber makanan protein yang cukup penting. Namun, telur bukanlah satu-satunya protein yang ada. Banyak makanan yang mudah kita temui sebagai pengganti telur. 

Tan Shot Yen mengatakan, sumber protein yang terdapat dalam telur bisa digantikan dengan ikan gabus dan telur puyuh. Namun berbicara soal kolesterol tergantung dari berapa banyaknya telur puyuh yang dikonsumsi, seandainya satu butil telur ayam biasa setara dengan lima sampai enam telur puyuh dan memang mengandung kolesterol yang lebih tinggi, karena itulah mengapa masyarakat keluhkan kenaikan telur karena telur sebagai sumber protein.