Ketegangan di wilayah Ukraina Timur kembali meningkat setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pasukannya telah meluncurkan serangan udara presisi yang menyasar fasilitas militer krusial Ukraina. Serangan yang terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026 tersebut menghantam lokasi penyimpanan serta pusat produksi pesawat nirawak atau drone milik militer Ukraina di pinggiran barat laut Kota Kharkiv.
Berdasarkan rilis resmi dari Moskow, serangan udara tersebut dilancarkan oleh awak pesawat tempur pembom multi-peran SU-34M milik Angkatan Udara Rusia. Rekaman video yang dirilis memperlihatkan asap tebal membubung tinggi ke angkasa di atas sebuah bangunan setelah serangan dilaporkan terjadi. Fasilitas yang luluh lantak tersebut diidentifikasi sebagai tempat penyimpanan utama wahana udara tanpa awak (UAV) musuh sekaligus gudang komponen penting untuk jalur perakitannya.
Selain menghancurkan basis logistik drone, Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan terjadinya pertempuran sengit di titik-titik lain di wilayah administratif Kharkiv. Pasukan Rusia mengklaim telah menggempur formasi tempur dari dua brigade mekanis Angkatan Bersenjata Ukraina beserta satu brigade pertahanan teritorial. Operasi ofensif tersebut dilaporkan menyasar area pemukiman warga yang menjadi basis pertahanan, termasuk di kawasan Starytsya dan Kozacha Lopan.
Hingga kini, pihak otoritas di Kyiv belum memberikan komentar atau konfirmasi resmi terkait klaim hancurnya fasilitas produksi drone di pinggiran Kharkiv tersebut. Kendati memilih bungkam atas insiden di Kharkiv, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan situasi udara yang sangat intens di malam yang sama. Pihak militer Ukraina menyatakan bahwa Rusia telah meluncurkan gelombang serangan massal dengan total 99 drone ke berbagai wilayah Ukraina sepanjang malam pada tanggal 20 Juni.