18 August 2026 20:48
Akses transportasi menuju tiga fasilitas layanan kesahatan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus total akibat material longsor yang menutupi ruas jalan Waigete-Galit. Longsoran berupa bebatuan besar ini dipicu oleh gempa bumi tektonik yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026, tumpukan material terpantau masih menutupi badan jalan di Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara. Kondisi ini menyebabkan mobilitas warga dari desa tersebut menuju Puskesmas Mapitara lumpuh total.
Padahal, jalur tersebut merupakan rute utama rujukan medis bagi pasien dari Egon Gahar menuju fasilitas kesehatan yang lebih besar, yaitu RSUD dr. TC Hillers Maumere dan Rumah Sakit Santo Gabriel Kewapante. Terputusnya jalan ini dikhawatirkan akan menghambat penanganan medis dalam situasi darurat.
Warga Desa Egon Gahar kini mendesak pemerintah daerah untuk segera membersihkan material longsor agar akses jalan kembali terbuka. Selain pemulihan jalur transportasi, masyarakat terdampak juga sangat mengharapkan bantuan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana.
Baca Juga :
Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan awal bermagnitudo 7,0 dengan parameter pemutakhiran menjadi bermagnitudo 7,7 terjadi pada pukul 05.58 WITA . Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur. Pusat gempa bumi tektonik itu terjadi di wilayah laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami sesaat usai terjadi gempa tektonik tersebut. Peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 08.30 Wita setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut secara signifikan.
Hasil observasi tinggi muka laut mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Ketinggian tertinggi yang tercatat dalam laporan BMKG mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 06.27 Wita. Kenaikan muka air laut juga tercatat di Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, serta sejumlah wilayah lainnya.