Satu pemeriksaan kesehatan secara gratis ternyata mampu mengubah hidup seseorang sekaligus mencegah risiko penyakit mematikan. Pengalaman berharga ini dialami oleh Djuwarijah (53), seorang pedagang kaki lima di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Di balik fisiknya yang tampak bugar saat mencari nafkah, Djuwarijah rupanya kerap terserang gejala pusing berputar atau vertigo yang sangat mengganggu aktivitasnya.
Karena tak kuat menahan sakit, ia terpaksa libur berjualan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Pandanaran. Di sana, petugas loket justru menawarkannya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara menyeluruh.
Tanpa pikir panjang, Djuwarijah menyetujuinya. Ia segera mendapat penanganan medis untuk mengecek kadar gula darah, asam urat, hingga kolesterol.
Penanggung Jawab CKG Puskesmas Pandanaran, dr. Dwiono, membacakan hasil pemeriksaan yang cukup mengejutkan. Ia menjelaskan bahwa kadar kolesterol pasien berada jauh di atas batas normal.
"Hasilnya kolesterolnya tinggi, di atas 200. Berarti ini kondisi hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol di dalam darah yang di atas normal," jelas dr. Dwiono dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 14 Juli 2026.
Lebih lanjut, dr. Dwiono mendiagnosis bahwa gejala vertigo yang dialami Djuwarijah merupakan tanda dari tingginya kadar kolesterol tersebut. Ia pun menyarankan Djuwarijah untuk segera mengubah pola makan.
"Harus dikurangi natrium seperti garam, lalu makanan berlemak, jeroan, goreng-gorengan, dan santan dikurangi. Terus harus perbanyak aktivitas fisik," imbau dr. Dwiono.
Titik Balik Pola Hidup Sehat
Djuwarijah mengaku kaget dengan hasil tersebut. Pasalnya, selama ini ia hanya mengetahui bahwa dirinya memiliki riwayat hipertensi yang sudah rutin diobati. Kini ia juga dihadapkan pada tingginya kadar lemak darah yang berisiko memicu komplikasi jantung jika dibiarkan lambat.
"Saya kaget ada hiperkolesterol dan lemaknya tinggi. Katanya dokter sih bisa nanti arahnya ke jantung. Ya alhamdulillah kalau ada cek gratis CKG, itu bermanfaat buat saya," ungkap Djuwarijah.
Kondisi tersebut menjadi titik balik bagi Djuwarijah untuk lebih peduli pada kesehatan. Kesadarannya untuk sembuh juga mendapat dukungan penuh dari sang ibunda, Suratni, yang terus memberikan pengawasan ketat.
"Saya mendukung dia sering rutin cek kesehatan, makan polanya yang teratur dan baik, istirahat yang rutin dan cukup," ujar Suratni.
Kini, Djuwarijah mulai disiplin menjalani pola hidup baru dengan menaati anjuran dokter. Program cek kesehatan gratis ini telah menyadarkannya bahwa mendeteksi kondisi tubuh sejak dini jauh lebih baik daripada terlambat menanganinya di kemudian hari.