Jelang Keberangkatan 8 Mei, Petugas ESQ Tours Mantapkan Simulasi Lapangan

8 May 2026 00:26

Menjelang keberangkatan kloter pertama pada 8 Mei 2026, ESQ Tours menggelar simulasi intensif bagi seluruh jajaran petugas haji di Menara 165, Jakarta. Simulasi ini melibatkan tour leader, tim medis, hingga pembimbing ibadah guna memastikan standar kenyamanan dan keamanan jemaah haji khusus terjaga mulai dari tanah air hingga prosesi puncak di Tanah Suci.

Kegiatan ini mencakup berbagai tahapan teknis, mulai dari pencocokan dokumen paspor dan visa, penimbangan barang bawaan, hingga pemasangan label bagasi yang memuat detail jadwal keberangkatan. Para petugas dilatih untuk sigap melayani setiap kebutuhan jemaah, termasuk teknis pemakaian gelang identitas haji yang menjadi identitas vital selama di Arab Saudi.

Membentuk Mentalitas "Mata Lebah"

Selain kesiapan teknis, ESQ Tours memberikan penekanan khusus pada kesiapan mental dan spiritual para petugas. Trainer ESQ Tours, Iman G. Herdimansyah, menjelaskan bahwa ibadah haji adalah perjalanan yang penuh dengan ujian niat, sehingga petugas harus memiliki sikap mental yang positif dalam menghadapi segala situasi.

"Niatnya terus-menerus diluruskan, dimurnikan, diingatkan. Mindset-nya harus selalu dalam keadaan positif. Kalau istilah Pak Ari di ESQ Tours, harus menjadi 'mata lebah'. Melihat segala sesuatu nanti selalu mengambil hikmah yang baik dari keadaan yang mungkin tidak mengenakkan, merepotkan, bahkan mengecewakan," ujar Iman G. Herdimansyah dikutip dari Newsline, Metro TV, Kamis 7 Mei 2026.

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Manajemen Armuzna

Dari sisi operasional lapangan, tantangan eksternal seperti cuaca ekstrem menjadi fokus utama edukasi bagi jemaah. Belajar dari pengalaman tahun 2025, tim petugas telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar jemaah tetap bugar, seperti edukasi kecukupan hidrasi dan pengaturan pergerakan fisik yang efektif.

Tour Leader ESQ Tours, Abdul Wadud Said, menegaskan bahwa simulasi pergerakan di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) telah dimatangkan. Pihaknya bahkan telah menyiapkan solusi untuk berbagai skenario masalah, baik dalam skala kecil maupun besar, melalui koordinasi intensif secara daring maupun luring.

"Kita sudah simulasi pergerakan dari Armuzna, mulai dari Arafah, Muzdalifah, sampai nanti ke Masjidil Haram kembali lagi ke Mina. Kita sudah melakukan simulasi agar jemaah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan sampai case-case seperti apa pun, itu sudah kami siapkan solusinya," tegas Abdul Wadud Said.

Komitmen ESQ Tours melalui simulasi matang ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi 817 jemaah yang akan berangkat. Dengan kesiapan petugas yang meliputi aspek teknis, medis, hingga penguatan niat, seluruh jemaah diharapkan dapat fokus menjalankan ibadah dengan khusyuk hingga kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)