BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Capai 105 Orang, Lebih dari 170 Ribu Warga Mengungsi

26 August 2026 14:03

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto melaporkan gempa bumi M7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menelan 105 korban jiwa. Jumlah warga yang terdampak dan terpaksa mengungsi turut melonjak drastis hingga mencapai 179.037 orang.

"Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa, luka-luka 1.678, mengungsi 179.037 orang, rumah rusak data sementaranya 81.436," kata Suharyanto dikutip dari Breaking News, Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026. 

Laporan terbaru ini disampaikan langsung dalam Rapat Terbatas (Ratas) penanganan pascagempa bersama Presiden Prabowo Subianto Posko Penanganan Bencana Alam Kodam IX/Udayana, di Nagekeo. 
 


Tingginya angka pengungsi tidak hanya disebabkan oleh kerusakan tempat tinggal akibat gempa utama. Aktivitas seismik yang sangat intens serta maraknya informasi bohong (hoaks) turut memicu gelombang kepanikan di tengah masyarakat.

Berdasarkan pemaparan BNPB, sejak 15 hingga 25 Agustus, total gempa yang tercatat mencapai 7.259 kali. Dari jumlah tersebut, setidaknya ada 143 kali gempa susulan yang guncangannya dirasakan langsung oleh warga.

"Jumlah pengungsian yang banyak ini bukan semata-mata karena terdampak gempa secara langsung, tetapi karena gempa susulannya sangat banyak sehingga mereka ketakutan. Selain itu, ada beberapa isu dari media sosial yang menyatakan akan ada gempa susulan lebih besar, bahkan tsunami. Ini yang terus kami perangi," kata Suharyanto.

Dari segi infrastruktur, data sementara menunjukkan 81.436 unit rumah warga mengalami kerusakan, bersama dengan sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan kantor pemerintahan.

"Untuk jembatan tidak ada yang rusak parah, hanya ada 1.951 titik yang mengalami longsor. Adapun daerah yang kondisinya terparah berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, disusul oleh Kabupaten Nagekeo di urutan ketiga," tambah Suharyanto.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X