3 January 2026 14:19
Superflu adalah istilah untuk penyakit influenza atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat saat memasuki musim dingin. Di Indonesia, cuaca ekstrem dan musim hujan meningkatkan potensi terjadinya flu musiman yang lebih rentan menyebar.
Penyakit Superflu ini didominasi oleh virus influenza A strain H3N2 sub-klade K sebagai pemicu utamanya. Meskipun demikian, Kemenkes menegaskan bahwa varian ini tidak lebih parah dibandingkan dengan klade atau sub-klade influenza A/H3N2 lainnya.
Kasus dan gejala
Hingga akhir Desember 2025, tercatat sudah ada 62 kasus Superflu yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia. Jumlah kasus terbanyak terdeteksi di Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan pasien didominasi oleh perempuan dan kelompok usia anak.
Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman biasa, seperti demam tinggi, nyeri sendi, sakit kepala, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Namun, gejala Superflu ini dapat terasa sedikit lebih berat dan durasi sakitnya lebih lama.
Risiko dan penanganan
Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi Superflu dapat memiliki risiko kesehatan serius, terutama bagi kelompok rentan. Dua risiko utamanya adalah pneumonia akut yang menyerang paru-paru dan serangan pada sistem imun tubuh.
Oleh karena itu, masyarakat yang sudah merasakan gejala Superflu diharapkan segera datang ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk penanganan yang tepat. Penanganan medis yang disarankan meliputi istirahat total, hidrasi agresif (minum banyak air putih), dan konsumsi makanan bergizi tinggi.