Langit Palangka Raya Menguning Tertutup Asap

14 October 2026 17:13

Bencana kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memasuki fase yang kian mengkhawatirkan. Langit di pusat kota kini berubah warna menjadi kuning keoranyean lantaran pekatnya kepulan asap yang menghalangi pancaran sinar matahari untuk menembus ke permukaan tanah.

Tingkat pencemaran udara di Palangka Raya saat ini telah menyentuh status Berbahaya. Indikator pencemaran mencatat angka yang berkali-kali lipat melampaui batas normal toleransi udara yang aman untuk dihirup oleh manusia.

Kondisi udara yang memburuk ini berdampak langsung pada terganggunya jarak pandang. Jarak pandang di jalan-jalan protokol dilaporkan turun drastis hingga kurang dari 100 meter, bahkan sejumlah bangunan dan menara ikonik kota nyaris tak terlihat.
 



Masyarakat setempat tercatat sudah tidak merasakan paparan sinar matahari secara normal selama lebih dari tiga bulan terakhir.

Meski ancaman infeksi saluran pernapasan mengintai, aktivitas warga di luar ruangan masih terus berlangsung. Hal ini didorong oleh tuntutan ekonomi yang mengharuskan mereka, terutama masyarakat menengah ke bawah, untuk tetap bekerja di jalanan.

"Masyarakat masih banyak sekali berlalu-lalang di tengah pusat kota Palangka Raya. Ini diakibatkan bukan karena mereka tidak khawatir akan kesehatan mereka di tengah kabut asap ini, namun karena mereka terpaksa untuk beraktivitas di luar ruangan karena tidak ada pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup," lapor Jurnalis Metro TV, Joy Jones, dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu 14 Oktober 2026.

Para pekerja harian seperti pedagang, tukang ojek, hingga petugas penyapu jalan protokol terpaksa menembus bahaya kabut asap demi kelangsungan hidup keluarga mereka di tengah kepungan bencana yang belum kunjung usai ini.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X