NEWSTICKER

Selalu Dapat WTP Sejak 2005, Ahyudin Klaim Tidak Ada Penyelewengan Dana di ACT

14 July 2022 06:23

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengantongi dua unsur pidana dalam kasus Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dugaan tindak pidana ditemukan setelah memeriksa petinggi ACT Ibnu Khajar dan Ahyudin serta saksi-saksi lain. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Irjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, berdasarkan hasil gelar penyelidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan kasus ini ke tingkat penyidikan. Ramadhan mengatakan ada dua dugaan tindak pidana yang terjadi di lembaga tersebut. Pertama ACT melakukan pengalihan kekayaan yayasan secara langsung maupun tidak langsung dam kedua terkait tindak pidana penggelapan dana. 

Dua temuan ini membuat proses hukum bergulir ke penyidikan. Tim khusus telah dibentuk untuk mempercepat penanganan perkara dan pemeriksaan lebih lanjut kepada pihak-pihak lain yang diduga terlibat. 

Sementara itu, Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengklaim tidak ada penyelewengan dana di lembaga filantropi itu. Hal itu dibuktikan Ahyudin dengan hasil audit laporan keuangan oleh lembaga audit publik dengan predikat WTP sejak 2005 hingga 2020.