1 February 2023 15:56
Kementerian Perdagangan dan para produsen Minyakita sepakat meningkatkan produksi hingga 50% menjadi 450 ribu ton per bulan. Kesepakan ini dicapai untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga minyak kita di pasaran.
Sejak dua pekan terakhir, kesediaan minya goreng kemasan subsidi Minyakita sulit didapati di pasaran. Salah satunya di pasar tradisional Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat.
Para pedagang dan pembeli mengeluhkan kelangkaan stok Minyakita. Jika ada, harganya mahal, sehingga konsumen banyak yang beralih kembali ke minyak goreng curah.
Meski ada, jumlah pembelian dari distributor dibatasi. Para pedagang hanya bisa mendapat dua karton saja. Hal ini berimbas pada kenaikan harga jual yang sebelumnya Rp14 ribu per kemasan, kini menjadi Rp16 ribu per kemasan.
Menurut pedagang di pasar tradisional Kota Bandung, kenaikan harga Minyakita disebabkan kenaikan bahan baku dan biaya produksi.
Tidak hanya pedagang, mahalnya subsidi Minyakita juga dikeluhkan konsumen. Konsumen kembali membeli minyak goreng yang lain.
Di tempat terpisah, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan alasan Minyakita mulai langka dan sulit didapatkan di pasaran. Selain kurangnya suplai, alasan lain adalah suplai minyak sawit mentah juga digunakan untuk bahan baku bio diesel B35.
Zulkifli Hasan menegaskan, pemerintah dan produsen minyak goreng sepakat menaikan suplai hingga 50%. Dengan cara tersebut, Mendag berharap pasokan Minyakita dapat kembali muncul di pasaran.