21 October 2022 18:16
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar konferensi pers mengenai perkembangan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak (GGAPA), Jum'at (20/10/2022). Saat ini, Kemenkes telah mengidentifikasi ada 241 kasus di 22 provinsi, dengan presentase naik hingga 55% atau 133 anak yang meninggal dunia.
Berdasarkan data, kasus GGAPA mengalami peningkatan sekitar 36 kasus sejak bulan Agustus, dan rata-rata menyerang balita. Kemenkes mulai melakukan penelitian dari gejala klinis dan penyebab dari kasus GGAPA tersebut.
Kasus ini mencuat di Indonesia, usai WHO merilis kasus serupa di Gambia, 5 Oktober lalu. Kemenkes langsung melakukan penelitian senyawa kimia dan menemukan kandungan ethylene glycol, dietilene glikol, dan etilene glikol butil ether, pada beberapa obat sirop anak.
"Kita langsung melakukan tes toxicology. Tujuh dari 11 anak yang ada di RSCM kita tes (dan) positif memiliki senyawa kimia berbahaya tadi," ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.