Alien Jatuh di Madura! Bayu Skak dan Tretan Muslim Hadirkan Film Komedi Sci-Fi 'FOUFO'

21 June 2026 21:13

Rumah produksi Skak Studios dan Sinemart resmi memperkenalkan proyek kolaborasi terbaru mereka bertajuk FOUFO. Film bergenre komedi fiksi ilmiah (sci-fi comedy) ini menawarkan premis unik dan berani untuk industri perfilman Indonesia: kisah persahabatan antara seorang pemuda lokal dengan alien yang terdampar di kawasan Madura.

Disutradarai oleh Bayu Skak, FOUFO berlatar di kawasan Surabaya Utara dan menempatkan komika sekaligus kreator konten ternama, Tretan Muslim, sebagai pemeran utama untuk pertama kalinya.

Premis Unik: UFO Jatuh di Tangan Tukang Rombeng

Bayu Skak mengungkapkan bahwa ide film ini lahir dari keinginan untuk keluar dari zona nyaman tren horor komedi. Cerita dimulai ketika sebuah UFO jatuh dan ditemukan oleh warga. Karakter utama bernama Muslim, seorang pemuda yang bekerja sebagai pengepul besi rombeng, melihat rongsokan UFO tersebut sebagai peluang emas yang bisa dijual demi mewujudkan impian terbesar sang ibu, yakni pergi ibadah haji.

Namun, alur cerita berkembang menjadi sebuah komedi situasi yang hangat ketika Muslim justru harus berhadapan langsung dengan makhluk luar angkasa yang berada di dalam pesawat tersebut.

"Film FOUFO ini bertajuk kekeluargaan banget. Di Madura, orang tua adalah nomor satu, baru kemudian guru dan pemimpin. Film ini menggambarkan perjuangan anak demi ibunya, sesuatu yang pasti perelasiannya sangat kuat dengan masyarakat kita," jelas Bayu Skak dalam wawancara bersama Showbiz Metro TV, Minggu, 21 Juni 2026.

Inovasi Teknologi CGI dan Motion Capture Lokal

Karena mengusung genre fiksi ilmiah yang masih jarang dieksplorasi di Indonesia, FOUFO menerapkan kombinasi syuting real life dengan visual efek CGI (Computer-Generated Imagery) yang matang untuk menghidupkan karakter aliennya.

Karakter alien dalam film ini merupakan buah kolaborasi unik dari dua orang yakni Bambang Ceper yang bertindak sebagai aktor fisik di lapangan dengan menggunakan helm pelacak khusus. Serta Ade Bibir yang mengisi suara sekaligus ekspresi wajah menggunakan teknologi motion capture untuk face tracking.

Kedua elemen tersebut kemudian disatukan oleh tim visual efek untuk menghasilkan satu karakter alien utuh yang hidup dan interaktif di layar lebar.

Debut Drama Tretan Muslim dan Tantangan Tiga Bahasa

Bagi Tretan Muslim, film FOUFO menjadi tantangan besar karena untuk pertama kalinya ia dituntut bermain dalam porsi drama yang emosional. Berbeda dengan citra jenakanya di YouTube, di film ini Muslim justru terjebak dalam situasi komedi tanpa harus berpura-pura melawak, bahkan ada adegan yang menguras air mata.

"Waktu preview film, istri dan tim saya yang biasa lihat saya ngelawak sampai nangis tersentuh. Kesusahan lainnya adalah saya harus berbicara dalam tiga bahasa sekaligus di satu film, yaitu Indonesia, Madura, dan Jawa," ungkap Tretan Muslim.

Guna mempertahankan kedekatan budaya yang kental, jajaran pemain pendukung lainnya juga dipilih dari talenta yang memiliki latar belakang budaya Madura yang kuat.

Penasaran dengan keseruan interaksi Muslim dan alien di tanah Madura? Pastikan Anda tidak melewatkannya. Film FOUFO dijadwalkan akan tayang serentak di bioskop mulai 9 Juli 2026.

(Sofia Zakiah)