Banjir Pati Kian Meluas, Posko Pengungsian Ikut Terendam

20 January 2026 22:46

Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi justru kian memburuk dengan meluasnya area genangan air yang kini mulai merendam sejumlah posko pengungsian.

Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah Balai Desa Kedung Pancing di Kecamatan Juana. Tempat yang difungsikan sebagai posko pengungsian ini kini tergenang air setinggi 40 sentimeter (cm). Akibatnya, aktivitas pengungsian terganggu dan warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Lantai satu sudah terendam semua. Sejumlah pengungsi terpaksa dipindahkan ke lantai dua balai desa, sementara sebagian lagi dialihkan ke posko lainnya," ujar Kepala Desa Kedungpancing, Didik Darmadi.

Berdasarkan data di lapangan, banjir telah merendam wilayah ini selama sembilan hari. Didik menyebutkan bahwa seluruh rumah warga telah terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga mencapai 165 cm di titik terdalam.
 

Baca juga:
Banjir Rendam Jalan Alternatif Pati-Kudus

Banjir telah merendam 136 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Pati. Meskipun cuaca terpantau cerah, debit air terus meninggi akibat kiriman air dari Kabupaten Kudus dan Pegunungan Muria yang menyebabkan Sungai Juana meluap.

Di Kecamatan Juana sendiri ada 13 desa yang terendam dengan ketinggian air antara 75 cm sampai 170 cm. Ini diperparah dengan sampah yang menyumbat aliran sungai di jembatan-jembatan sehingga air melimpas ke permukiman.

Warga Mengeluh Kurang Logistik

Selain tempat tinggal dan posko yang terendam, warga terdampak mulai mengeluhkan minimnya pasokan logistik. Bantuan makanan siap saji (ransum) yang datang satu hingga dua kali sehari dinilai tidak mencukupi kebutuhan warga.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera menyalurkan bantuan bahan pokok mentah agar warga bisa mengolah makanan sendiri.

Menanggapi situasi ini, Pemkab Pati mengaku kewalahan karena luasnya area terdampak yang disebut sebagai banjir terparah kedua setelah tahun 2014. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah merencanakan pengerukan Sungai Juana sepanjang 60 kilometer dan pembersihan sampah di jembatan untuk memperlancar aliran air ke laut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)