Dari Pekerja Bengkel Kembali ke Sekolah Berkat Program Sekolah Rakyat

21 April 2026 16:11

Sragen: Hendi Saputro kini mempunyai harapan baru setelah sempat mengalami putus sekolah. Dia bisa kembali mengenyam pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Remaja asal Desa Plosorejo, Kecamatan Kedawung, Sragen ini harus berhadapan dengan kenyataan pahit sejak ibunya meninggal dunia beberapa tahun lalu.  Kondisi ekonomi keluarga semakin memburuk setelah ayahnya mengalami stroke, sehingga tidak lagi mampu mencari nafkah.

Demi bertahan hidup, keluarga Hendi hanya mengandalkan hasil kerja kakek dan neneknya. Hendi pun terpaksa merelakan pendidikannya terhenti di jenjang SMP demi memikul beban keluarga dengan bekerja sebagai kuli bengkel. 

Dari pekerjaan tersebut, ia hanya mengantongi upah sekitar Rp150 ribu per minggu untuk kebutuhan makan dan membantu biaya adiknya. Hendi menuturkan bahwa keputusan untuk berhenti sekolah murni karena kondisi kesehatan sang ayah yang tidak memungkinkan untuk bekerja.


"Dulu setelah lulus SD, saya ingin lanjut ke SMP tapi tidak bisa karena Bapak sakit stroke dan tidak bisa lagi menafkahi. Akhirnya saya harus bekerja," ungkap Hendi dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa 21 April 2026.

Melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Hendi mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan sekolah tanpa dipungut biaya sepeser pun. Tidak hanya pendidikan gratis, Hendi juga mendapatkan fasilitas pendukung yang lengkap.

"Di sini lengkap sekali, Pak. Saya dikasih tas, laptop, dan semua fasilitas untuk belajar disediakan secara gratis," tambahnya dengan nada penuh syukur.

Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu lainnya, agar mereka tetap memiliki masa depan melalui pendidikan yang layak meski di tengah keterbatasan ekonomi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)