Malam Syahdu di Masjidil Haram

15 May 2026 00:20

Suasana malam hari di Masjidil Haram menjadi waktu favorit bagi calon jemaah haji dari seluruh penjuru dunia untuk memperbanyak ibadah. Di tengah ribuan manusia yang memadati Baitullah, ketenangan dan kekhusyukan justru terasa semakin dalam, menyelimuti setiap doa yang dipanjatkan oleh para tamu Allah SWT.

Dikutip dari laporan jurnalis Metro TV, Bayu Prayudanto, suasana di area rooftop atau lantai teratas Masjidil Haram menunjukkan betapa kentalnya rasa persaudaraan antarjemaah. Di sana, sekat-sekat status sosial dan jabatan seolah luluh, menyisakan kerendahan hati manusia di hadapan Sang Pencipta.

"Di sekeliling saya, saya rasakan tidak ada status, tidak ada jabatan, semua sama di mata Allah SWT," lapor Bayu dari lantai atas Masjidil Haram.

Jemaah tampak memanfaatkan waktu luang di malam hari dengan berzikir, berdoa, dan memohon ampunan dengan khusyuk. Atmosfer syahdu ini menjadi penguat mental bagi para jemaah yang sedang mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.

Persiapan Jelang Puncak Haji

Memasuki waktu kurang lebih satu pekan menuju Wukuf di Arafah, kepadatan jemaah di Masjidil Haram dilaporkan terus meningkat secara signifikan. Hal ini berdampak pada akses masuk ke area utama masjid yang semakin ketat dan terbatas.

Bagi jemaah yang ingin melaksanakan salat wajib di dalam area masjid, disarankan untuk hadir lebih awal guna mengantisipasi kepadatan. "Jika ingin mendapatkan tempat di dalam Masjidil Haram, jemaah setidaknya harus sudah tiba satu jam sebelum azan salat wajib berkumandang," jelas Bayu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)