Jakarta: Pemerintah menargetkan empat SMA Unggul Garuda Baru mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai Juli 2026. Hingga akhir Juni, progres pembangunan fisik sekolah dan persiapan operasional disebut telah melampaui target yang ditetapkan.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan empat sekolah tersebut dibangun di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan unggul, yakni Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan berbagai aspek pendukung, termasuk rekrutmen kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan optimal sejak tahun pertama operasional.
“Saat ini, pemerintah tengah membangun empat Sekolah Unggul Garuda Baru yang berlokasi di wilayah yang selama ini minim akses pendidikan unggul. Hingga 21 Juni 2026, progres pembangunan seluruh lokasi menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan seluruhnya berada di atas target yang telah ditetapkan,” ujar Kurnia.
Proses penerimaan peserta didik baru telah dibuka sejak 5 Februari 2026. Dalam seleksi, pemerintah menggunakan tiga komponen penilaian utama, yakni prestasi akademik dengan bobot 50 persen, latar belakang ekonomi sebesar 30 persen, serta asal geografis sebesar 20 persen.
Skema tersebut dirancang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa dari berbagai daerah dan latar belakang sosial ekonomi.
Dari total 3.935 peserta yang mengikuti seleksi tahap pertama, sebanyak 307 siswa berhasil lolos dan akan menjadi angkatan perdana
SMA Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026/2027.
“Jika dilihat dari progres pembangunan fisik serta rekrutmen kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga Juni ini, keempat SMA Garuda Unggul Baru akan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026-2027. Akhirnya, 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik Angkatan Pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026-2027,” kata Kurnia.
Pemerintah berharap kehadiran
SMA Unggul Garuda Baru dapat memperluas akses pendidikan berkualitas di berbagai daerah, sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.