3 September 2026 17:04
Memasuki hari ke-19 setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), warga mulai beralih dari posko pengungsian utama menuju tenda-tenda mandiri di halaman rumah masing-masing.
Langkah ini sejalan dengan dimulainya tahap kedua masa tanggap darurat yang berlangsung mulai 29 Agustus hingga 13 September 2026. Fokus utama pada tahap ini adalah pemulangan pengungsi ke lingkungan rumah tinggal mereka sembari menunggu proses evaluasi kelayakan bangunan selesai.
Meski sudah kembali ke lingkungan rumah, trauma mendalam masih menyelimuti warga. Kebanyakan warga memilih tetap beraktivitas dan tidur di tenda darurat karena gempa susulan masih sering terjadi, terutama pada malam hari.
"Karena masih trauma tidur di rumah takutnya itu ada guncangan tengah malam nah kita sementara tidur takutnya itu takut roboh," ujar Muhlidah dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 3 September 2026.
Baca Juga :